Jumat, 13 Mei 2011

Crazy Little Thing Called Love

Haha...apaan coba film ini...

Jadi keinget sama album foto 2 tahun lalu....

Jadi kesimpulannya film ini :
1. Nyebelin!
2. Terlalu ga riil ceritanya...pokoknya ga realistiiiiiiisssssss
3. Okelah, pemainnya lumayan good looking (cew n cow nya)...setuju sama pendapat orang selama ini
4. Endingnya baguuuss...Apalgi kalo endingnya berenti di pas si cow kasi album. Bagusnya itu dya langsung tamat. Ga pake 9 tahun kemudian. Geje.
5. Cowoknya stupid. Ada ya cowok kayak gitu di dunia ini...(Ada si..selama ini nemu banyak..)
6. Ceweknya juga...hadoooh..
7. Segitu dulu lah....

Bye....

Kamis, 12 Mei 2011

Pelajaran hari itu..

Pagi itu, sekitar jam 10, kami para koass THT melakukan suatu rutinitas pagi, yaitu laporan kasus salah satu teman kami. Lapsus hari itu dibimbing oleh, sebut saja dr.A. Ada yang berbeda dengan lapsus hari itu. Lapsus yan berbeda karena hari sebelumnya kita telah membuat masalah dengan ketua SMF, sebut saja dr.M. Kami telah menghilangkan buku beliau, 2 jilid buku pokok THT. Sebenarnya lebih tepatnya kami kena getahnya, karena keberadaan buku itu pun sebenarnya tidak kami ketahui pernah ada dalam SMF, atau lebih singkatnya, buku itu sudah hilang sebelum kami masuk THT.
Setelah selesai lapsus (hari itu materinya presbikusis dan pseudokista), kami pun membicarakan masalah tersebut kepada dr.A. Masalah yang cukup riskan, karena kami terancam melewati 5 minggu THT tanpa boleh mengikuti ujian.
Lama kami bicara tentang masalah tersebut. Intinya, para dr, khususnya dr pemilik buku (dr.M), hanya ingin buku itu kembali dan ada lagi di SMF. Entah itu kami mengupayakan buku itu dari membeli yang baru ataupun berusaha mengusut perjalanan buku di senior-senior kami yang saat ini tampaknya telah masa bodoh dengan masalah ini. Oke, dan akhirnya kami memutuskan untuk mengganti buku itu.
Sekitar 1 jam kami membicarakan masalah tersebut. 1 jam yang berkesan karena waktu 1 jam itu telah merubah sudut pandang saya selama ini. Bukan 1 jam yang berkesan karena kami ketar-ketir telah membuat masalah, tapi 1 jam yang berarti karena dr.A sudah membuat saya (mungkin kami) sadar siapa saya selama ini.

Kurang lebih begini kata-kata beliau yang disampaikan dengan , seperti biasa, lemah lembut dan sangat membesarkan hati (dengan improvisasi seperlunya) :

Untuk menjadi dokter, kepintaran itu tidak terlalu penting. Kami sudah yakin, adik-adik sudah diterima masuk ke FK itu pasti orang-orang yang sudah luar biasa. Yang terpenting untuk menjadi seorang dokter itu bukan kepintaran, tetapi adalah etika kalian. Etika kalian itu akan menentukan apakah kalian akan menjadi dokter yang dihormati atau tidak oleh pasien-pasien kalian nanti. Masalah hari ini akan menyadarkan kalian untuk selalu mawas tehadap apa yang ada di sekitar kalian, termasuk untuk mengecek barang-barang yang seharusnya ada ketika diwariskan oleh senior-senior kalian. Tidak selamanya nasib orang itu selalu mujur dik..Ada kalanya sial, seperti sekarang ini...Bukan kalian yang berbuat, tapi kalian yang harus menanggung akibat. Anggap itu semua menjadi bagian dari pendewasaan kalian. Kalian saat ini sudah mulai terjun ke masyarakat. Dan kalian dituntut untuk bersikap dewasa, berapapun usia kalian saat ini. Karena kita itu berhadapan dengan nyawa manusia. Itu bukan suatu hal yang bisa kita jadikan suatu mainan atau korban akibat ketidakprofesionalan kita. Hidup itu suatu pilihan dik. Dan kita telah memilih akan menggunakan hidup kita dengan cara yang seperti ini. Mungkin saat kita wisuda, kita akan iri dengan IPK teman-teman di fakultas lain, yang dulunya mungkin kita di atas mereka, tetapi saat wisuda IPK kita jauh merosot di bawah mereka. Atau mungkin saat ini teman-teman kita selesai kuliah sudah langsung bisa melamar pekerjaan dan memberi uang ke orangtua mereka, sedangkan kita disini masih tertatih-tatih menempuh pendidikan dengan masih membebani orangtua dengan biaya ini-itu. Hidup itu sebuah pilihan dan kita harus memilih dik. Ketika saya menempuh pendidikan spesialis, saya pun harus rela tak lagi bisa mengurus keluarga. Sangat sulit kita membagi waktu antara kuliah dengan urusan rumah, karena kuliah kita ini memang berat. Jangan lagi kuliah yang berat ini adik bebankan lagi masalah-masalah yang sebenarnya tidak perlu ada. Lakukan apa yang seharusnya dilakukan dan jaga etika kalian. Pendidikan kita ini sudah terlalu panjang dan lama dik. Jangan buang-buang waktu untuk masalah-masalah yang tidak penting. Selesaikan skripsi tepat waktu, langsung koass, jalani kegiatan dengan tidak bertele-tele, dan segera ambil gelar dokter itu. Hidup kita ini pendek dik....Jangan sampai kita hanya menghabiskan waktu hanya untuk diri kita sendiri, tanpa bisa mempergunakan hidup kita ini untuk memberi kepada orang lain......

(Hening)

Jujur, saya tersentuh. Beberapa saat lalu saya masih berpikir bahwa mungkin pilihan yang saya ambil untuk ikut kegiatan koass lebih dini hanya berdua dengan teman saya ini agak sedikit salah dan tidak tepat. Saya sudah tidak bisa lagi mengajukan beasiswa. Saya kehilangan job sebagai asisten tramed & mikro (cz saya suka jadi asisten tramed). Saya tidak bisa berkumpul lagi dengan teman-teman. Saya tidak pernah lagi diajak pergi jalan-jalan bareng teman. Saya ketinggalan gosip di kampus. Saya harus menyesuaikan diri lagi dari nol dengan teman-teman koass yang kebanyakan (semua) adalah kakak tingkat. Saya harus bisa mendapatkan mood yang bagus dengan lingkungan yang tidak mendukung. Saya kehilangan waktu berkumpul dengan keluarga. Dan berbagai kehilangan-kehilangan lain sebagai konsekuensi atas pilihan saya ini...

Tapi hari ini saya mulai sadar. Pilihan saya ini benar. Setidaknya mungkin hal ini tidak (belum) baik untuk saya saat ini, tapi saya tahu ke belakangnya hal ini akan baik pada waktunya. Lebih cepat saya meneyelesaikan ini untuk diri saya sendiri, semakin cepat saya bisa mendedikasikan hidup saya untuk orang lain, karena kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita akan hidup dan bisa berbuat untuk orang lain...

NB:
Didedikasikan untuk teman-teman saya yang masih berjuang menyelesaikan skripsi.......Jangan banyak buang waktu teman...Masih (terlalu) banyak orang-orang yang membutuhkan kita.......

(spesial thanks buat our angel yang telah memberikan pencerahan siang itu..Maaf dok atas ketidakbergunaan dan ke-patologis-annya selama ini...)