Selasa, 31 Desember 2013

Today is new year's eve. isn't it?

Beberapa jam lagi bumi sudah menyelesaikan putarannya mengelilingi matahari. Dan saat itu pulalah yang menyebabkan banyak manusia merayakannya di luar sana. Bunyi-bunyian mulai  ramai, tak ketinggalan semua stasiun TV mulai  membahas hal ini sejakjauh-jauh hari. Ah..entah kenapa saya ingin malam ini hujan deras sederas-derasnya, mengalahkan keinginan turunnya hujan di hari-hari sebelumnya. Haha..

Seperti biasa, tidak ada yang ramai di sini seperti di luar sana. Malah saya akan berangkat jaga beberapa menit lagi. Kali pertama saya merayakan mulainya putaran bumi yang baru ini dengan bekerja. Tidak ada perayaan spesial, tidak ada acara makan-makan di luar kebiasaan. Hanya ikut merasakan hingar bingar di luar sana melalui televisi.

Tahun 2013 sangat berarti buat saya. Di tahun ini saya bisa mendapatkan gelar baru saya. Saya bisa lulus UKDI dengan memuaskan, wisuda, sumpah dokter, punya  dunia kerja baru, dan bisa merasakan keistimewaan sebuah pendakian. =)
Terima kasih pada Tuhan atas semua hal yang diberikan dan pembelajaran yang telah menjadikan saya manusia seperti sekarang ini. Terima kasih atas segala kehilangan dan pengharapan yang menjadikan saya belajar berharap dan belajar menerima ketika harapan itu tak sesuai dengan kenyataan. Saya selalu percaya, Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya.

Semoga damai, damai, damai selalu di dunia

Selamat datang 2014, baik-baik yaah sama saya. =)


*oops..hujan baru aja turun, deras banget  =)

(diposkan jam 18.50, 5 jam 10 menit lagi, jam di sini setingannya ngaco)

Sabtu, 19 Oktober 2013

Hei Blog..Saat ini saya sudah jadi dokter loh!!

Rasanya baru kemarin saya merasakan sensasi yang membuat perut mulas. Saat itu saya baru saja selesai ujian di stase jiwa, langsung secepat kilat di perintahkan ke kampus untuk briefing para calon peserta UKDI batch 3. Saat itu saya ga tau, apakah saya bisa ikut atau tidak, mengingat nilai-nilai pada belum keluar, dan tentu saja saya baru selesi ujian, sedangkan bimbingan dimulai sejak hari seninnya. Pasrah, apapun yang terjadi, jika bisa ikut, akan lebih baik. Kalau tidak, yah terpaksa menganggur selama  3 bulan.
Singkat cerita, akhirnya saya bisa menjadi bagian dari 15 orang yang secara fantastis dipertemukan untuk menjadi rekan-rekan seperjuangan pada suatu perjuangan yang bergengsi dan amat menentukan. Rasanya semuanya dipertaruhkan di sini, gengsi, prestise, waktu, dan masa depan...

Mulailah 1,5 bulan yang awalnya memuakkan itu. Setiap hari harus bangun pagi. Tiap malam harus berkutat dengan soal-soal, materi-materi, yang membahas segala fisiologis dan kepatologisan tubuh manusia mulai ujung rambut sampai ujung kuku kaki. Hapal dan paham 168 penyakit kompetensi 4 yang harus bisa diterapi sampai tuntas. Belum lagi skill, yang sialnya mulai di ujikan saat ini. Ditambah komentar-komentar yang menyudutkan, membuat patah semangat.

Ingat sekali,kala kita membahas soal-soal hingga pukul 4 sore. Ingat sekali saat  kita berkumpul di berugak kampus dimana para mahasiswa sudah tidak berada di kampus lagi, saat libur panjang lebaran. Ingat sekali, saat kita harus lebih memilih kembali berkutat dengan buku dibandingkan dengan liburan bersama di Bali. Ingat sekali,untuk pertama kalinya, saya bisa muak dengan soal-soal pilihan ganda yang jumlahnya ribuan ini. Dan saya sangat ingat sekali saat kita bersama-sama menghitung mundur kapan hari itu akan tiba, berharap keajaiban akan terjadi, dan ujian itu tiba-tiba akan dihapuskan,minimal di undur setahun lagi.

Well, sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan itu biasanya akan terasa amat sakit pada prosesnya. Dan besarnya aksi akan sebanding dengan reaksi yang kita terima.
Dan saya masih bisa merasakan, kala itu kita berpelukan bersama, menangis terharu, karena perjuangan kita akhirnya tidak sia-sia.

Tulisan ini didedikasikan untuk orang-orang di belakang layar yang telah mendedikasikan waktunya untuk kami. Dan, ulat dalam kepompong ini sudah keluar menjadi kupu-kupu. Siap terbang mendedikasikan dirinya untuk hidup.

Nite all. =)

Senin, 23 September 2013

Saya bisa melihat muka-muka ketegangan diwajah pengeksekusi adu penalti.
Rasanya itu mungkin seperti Atlas yang dibebankan bumi pada pundaknya.
Harapan dari jutaan mata memandang. Doa dari wajah-wajah penuh cemas.
Rintangan kali ini bukan pemain lawan yang menghadang-hadang.
Penalti hanya tentang Dia. Dua belas meter. Kiper lawan.

Walaupun beribu-ribu kilometer jauhnya dari mereka, tapi ego yang tinggi, rasa cemas, gengsi, gugup, jelas terpancar dari wajah mereka. Menghadirkan wajah cemas dengan mulut komat-kamit yang memohon doa.

Dan akhirnya 7-6 untuk Indonesia. Melalui adu penalti yang alot dan mendebarkan.

Thanks God...

Jumat, 30 Agustus 2013

Kalau bisa sepenuhnya, mengapa setengah-setengah?

Kalau bisa menjadi yang terbaik, mengapa menghalangi upaya?

Kalau bisa mendapatkan yang lebih baik, mengapa berhenti di secukupnya?

Rabu, 21 Agustus 2013

Di suatu sudut negeri ini ada anak muda bersahaja yang rajin belajar dan bekerja. Suatu ketika engkau akan mendengar tentang kebesaran nama dan kemanfaatannya bagi sesama.

Jika dia bisa memaksa dirinya belajar, walau pun sama mengantuknya dengan dirimu, mengapa engkau tidak bisa?

Jika dia bisa mengharuskan dirinya bekerja keras, walau pun sama malasnya dengan dirimu, mengapa engkau tidak bisa?

Manusia biasa yang kemudian tumbuh menjadi pribadi yang terhormat dan berpengaruh itu – terbuat dari badan dan tubuh yang sebanding dengan orang yang akan menjadi orang tua miskin dan berpenyakit – yang malas belajar dan bekerja, tapi rajin merusak kesehatan dan nama keluarganya.

Rabu, 07 Agustus 2013

Selamat Hari Kemenangan

Ga terasa ya, udah malam takbiran. Padahal baru aja rasanya ngerasain buka puasa hari kedua.
Setelah takbiran, idul fitri, ke kampus lagi, tryout lagi, lalu ujian sebenarnya. Sebentar lagi ya. ga terasa.
Selamat Idul Fitri buat orang-orang yang tidak bisa berkumpul dengan keluarganya hari ini. Buat para koass yang nanti akan jaga semalaman. Buat dokter jaga dimanapun berada. Buat para supir-supir angkutan umum yang masih di perjalanan. Buat bapak-ibu polisi, satpam, penjaga keamanan yang harus terjaga hingga esok hari. Pilot, nakhoda kapal, masinis. Buat penjaga mercu suar. Dan banyak profesi lain yang menuntut mereka untuk tidak merayakan hari kemenangannya secara normal. Bayak cara menjadi berguna untuk orang lain..

 
damai di hati, damai di dunia, damai selalu.. =)

Sabtu, 20 Juli 2013

Masalah utamanya ternyata ada pada ketidakpercayaan saya sama orang lain. Mungkin kalo dikasi skala 0-10, saya cuma bisa kasi 4 atau paling banter 4,5 lah. Itu makanya kenapa saya sudah 2 kali gagal di hipnotis. Kenapa saya ga pernah buat status yang mengekspose kegiatan saya dari a-z ke socmed. Kenapa saya punya tulisan kecil-kecil yang disimpulkan memiliki sifat introvert secara emosional sama bapak psikolog. Kenapa saya jarang curhat, dan kalaupun saya lakukan, paling cuma saya kasitau superfisialnya aja. 
Intinya, saya lebih menikmati masalah-masalah saya sendiri, tanpa perlu dibagi-bagi ke orang lain. Saya udah males n kapok, hal-hal yang menurut saya privasi dan sudah saya percayakan tiba-tiba mengalir gitu aja jadi konsumsi publik.
Yah, tiap orang beda-beda sih. Dan saya milihnya jadi yang kayak gini. Mungkin ada sepersekian gen autis nempel di kromosom saya. Dan saya baru sadar saat saya nulis ini. Hakhakhak. 

 Mungkin saya punya gangguan kepribadian paranoid juga kali ya

Kamis, 06 Juni 2013

Hmmm diantara tanggal-tanggal yang berserakan dan segudang rencana...dan segudang keinginan, harapan, obsesi, dan sedikit keangkuhan....
Semoga bisa sejalan.

sigh~~~~

Sabtu, 18 Mei 2013

Selamat hari buku!!

Semoga semakin banyak buku-buku yang menginspirasi dan orang-orang yang terinspirasi..


Jumat, 17 Mei 2013

=)

Mengutip dari suatu blog :
Jadi koass itu tidaklah sulit (oo..really??), hanya membutuhkan keikhlasan,
nikmatilah prosesnya yang indah ini, kelak apabila sudah sampai di tujuan masing-masing,
masa-masa inilah yang akan dikenang... =)

Rabu, 15 Mei 2013

The pursuit of happiness

Tekun.Tekun.Tekun.Tekun.
Bahagia itu hanya bagian kecil dari suatu perjuangan. Dan ketika kita sudah menjalani keras dan susahnya perjuangan, bahagia itu hanya menjadi suatu bonus betapa kita sudah mampu menaklukan tantangan yang mengisi hidup ini.
Ketika jatuh, ingatlah film ini. Banyak orang yang lebih tragis, lebih tidak beruntung, lebih keras tantangannya, dan ingatlah, Tuhan tidak akan memberikan tantangan diluar kemampuan.
-Sekian-

Senin, 06 Mei 2013

Bahagia itu Sederhana

Sesederhana ini untuk bahagia..Ini beberapa diantaranya menurut saya..

titik-titik hujan diantara warna-warni lampu-lampu malam.


Ketika melihat mereka malam ini, saya bahagia. Terkadang saya berpikir bahwa, untuk orang sesulit saya. Saya hanya butuh satu hal indah. Sederhana. Yang buat saya bahagia. Saya hanya butuh sebuah hal kecil yang akan buat saya tertawa terbahak-bahak. Tawa saya kencang sekali.

Malam ini saya pulang dan melihat banyak sekali titik-titik hujan. Mereka seperti menemani lampu-lampu malam. Dan perasaan saya langsung hangat. 


memakai sendal jepit.

Sepertinya sepele, tapi biasanya jika saya melakukannya. Saya akan mendapatkan kebebasan tertentu.



Pakai eyeliner  tebal

Haha.


Membicarakan hal-hal kecil dengan seseorang
Meskipun tidak banyak orang yang bisa klop ngomong sama saya, tapi kalo udah ketemu rasanya bisa lupa waktu..hihi..meskipun yang di omongin cuma hal-hal ringan yang kecil dan mungkin ga guna..

Tidur waktu gerimis
Hmmmmm

Ngelewatin jalan lingkar waktu mau jaga, jam 6an gitu, dan ngeliat matahari yang sedang tenggelam dari atas motor
Best part dari jaga malem deh..

Periksa pasien uda tua, waktu saya jelasin penyakitnya panjang lebar, beliau mendengarkan dengan sepenuh hati, dan setelah selesaiai beliau ngerasa puas banget, ngucapin terima kasih, dan mendoakan saya semoga berhasil...
Hmm..memang memberi itu lebih berbekas..semoga lekas sembuh pak..  
 
Tapi percayalah, ditengah-tengah hidup yang sulit, saya masih bisa bahagia. Saya masih bisa ketawa kencang-kencang. Dan saya mau melakukannya sesering mungkin.Hidup memang ga perlu hal-hal sulit untuk menjadikannya bahagia.




Sabtu, 20 April 2013

sayaaaaaaaaaaaa gggggggaaaaaaa biiiiiiiisaaaaaaaaaaaa jawaaaaaaaaaaaabbbbbbbbbb.............arrrrrrrrrrrrrrrrgggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Senin, 08 April 2013

~~

Manusia-manusia digital. Yang lupa akan hal-hal sederhana. Termasuk lupa pada bagaimana menertawakan diri sendiri. Manusia dengan hidup yang sengaja di frontalkan...Manusia denga kecenderungan autistik..

Aaah..Hujan yang kurang ajar!

Dan katanya ketika hujan turun selalu membawa banyak memori berhamburan di kepala. Memori-memori itu lalu mengepul-ngepul seperti hangatnya kopi yang baru saja disajikan. Mereka tiba-tiba muncul seperti baru.

Seperti baru kemarin kamu mengalaminya. Tetapi mereka datang begitu saja berhamburan di kepalamu. Mungkin tepat ketika banyak orang mengatakan bahwa ketika hujan, itu akan menjadikan kita lebih melankoli daripada biasanya.

Dan seperti sekarang, ketika hujan datang bersamaan dengan kekhawatiran akan tugas yang belum jelas, dengan lagu-lagu kahitna, dengan life of pi , jauh dari kos, jenuh...rasa melankoli itu datang lagi.....

Ah hujan..kamu lagi.........

Rabu, 16 Januari 2013

Kira kira kalau profesi dokter itu ga ada, masih ada ga ya orang yang rela dipekerjakan 36 jam seHARI tanpa pernah demo kenaikan UMR?
Saat ini, hari ini, masih bisa berubah sih,kalau disuruh memilih, saya lebih memilih jadi pelawak daripada jadi dokter.
Sekian untuk kekecewaan hari ini.

Senin, 07 Januari 2013