Senin, 23 September 2013

Saya bisa melihat muka-muka ketegangan diwajah pengeksekusi adu penalti.
Rasanya itu mungkin seperti Atlas yang dibebankan bumi pada pundaknya.
Harapan dari jutaan mata memandang. Doa dari wajah-wajah penuh cemas.
Rintangan kali ini bukan pemain lawan yang menghadang-hadang.
Penalti hanya tentang Dia. Dua belas meter. Kiper lawan.

Walaupun beribu-ribu kilometer jauhnya dari mereka, tapi ego yang tinggi, rasa cemas, gengsi, gugup, jelas terpancar dari wajah mereka. Menghadirkan wajah cemas dengan mulut komat-kamit yang memohon doa.

Dan akhirnya 7-6 untuk Indonesia. Melalui adu penalti yang alot dan mendebarkan.

Thanks God...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar