Jumat, 01 Januari 2016

Happy New Year 2016

Hallo universe...
Ketika saya memejamkan mata dan membayangkan apa yang telah membentuk masa lampau saya di 2015, hal paling signifikan yang saya rasakan adalah tidak pandai bersyukur dengan semua berkat Tuhan.
Dengan semua yang diberikan, pekerjaan yang seimbang, teman-teman yang baik, lingkungan kerja yang bagus, pengalaman jelajah yang tak ternilai, orangtua serta keluarga besar yang tak ternilai, mungkin saya terlalu sombong untuk mengkaui bahwa saya bahagia.
Segala daya yang terjadi dalam mekanisme kegagalan dan keputusasaan telah membuat saya terlalu naif untuk mengakui bahwa Tuhan menciptakan cobaan untuk menempa jiwa raga, dan pada akhirnya tempaan itulah yang membentuk dan memadatkan hal tersebut menjadi suatu hal yang kuat dan rasional, dapat diterima dengan akal sehat.
Terimakasih Tuhan, atas kegagalan-kegagalan, atas pengalaman yang memberikan saya kesempatan belajar seluas-luasnya. Kepada pasien saya, teman-teman dokter, perawat, dan staf medis lainnya, yang membuat setiap kerja itu menjadi ringan dan menyenangkan.
Untuk keluarga besar yang selalu mendukung apapun yang saya lakukan, sebuah tempat dimana saya bisa kembali pulang setelah menjadi pelayan orang lain.
Terima kasih Tuhan atas semua pemberianmu yang cuma-cuma ini.

Di bawah langit yang cerah dengan sang Chandra muncul malu-malu dibalik lembaran awan serta dentuman kembang api yang menghiasi langit temaram, kami duduk bersimpuh, mengulang kembali rekaman peristiwa yang menapak dalam memori. Melantunkan ayat-ayat yang berisi doa untuk 2016 yang lebih baik.
Semoga damai di pikiran, damai dalam segala ucap kata, dan damai dalam hati.
Semoga dunia menjadi lebih baik, disatukan oleh keberagaman dan tak ada lagi diskriminasi dalam pandangan.

*doa saya panjatkan untuk pasien dalam ambulance yang tadi berpapasan. Untuk paramedis dan segala tenaga kerja yang melakukan lembur hingga larut di malam pergantian.