Sabtu, 19 Oktober 2013

Hei Blog..Saat ini saya sudah jadi dokter loh!!

Rasanya baru kemarin saya merasakan sensasi yang membuat perut mulas. Saat itu saya baru saja selesai ujian di stase jiwa, langsung secepat kilat di perintahkan ke kampus untuk briefing para calon peserta UKDI batch 3. Saat itu saya ga tau, apakah saya bisa ikut atau tidak, mengingat nilai-nilai pada belum keluar, dan tentu saja saya baru selesi ujian, sedangkan bimbingan dimulai sejak hari seninnya. Pasrah, apapun yang terjadi, jika bisa ikut, akan lebih baik. Kalau tidak, yah terpaksa menganggur selama  3 bulan.
Singkat cerita, akhirnya saya bisa menjadi bagian dari 15 orang yang secara fantastis dipertemukan untuk menjadi rekan-rekan seperjuangan pada suatu perjuangan yang bergengsi dan amat menentukan. Rasanya semuanya dipertaruhkan di sini, gengsi, prestise, waktu, dan masa depan...

Mulailah 1,5 bulan yang awalnya memuakkan itu. Setiap hari harus bangun pagi. Tiap malam harus berkutat dengan soal-soal, materi-materi, yang membahas segala fisiologis dan kepatologisan tubuh manusia mulai ujung rambut sampai ujung kuku kaki. Hapal dan paham 168 penyakit kompetensi 4 yang harus bisa diterapi sampai tuntas. Belum lagi skill, yang sialnya mulai di ujikan saat ini. Ditambah komentar-komentar yang menyudutkan, membuat patah semangat.

Ingat sekali,kala kita membahas soal-soal hingga pukul 4 sore. Ingat sekali saat  kita berkumpul di berugak kampus dimana para mahasiswa sudah tidak berada di kampus lagi, saat libur panjang lebaran. Ingat sekali, saat kita harus lebih memilih kembali berkutat dengan buku dibandingkan dengan liburan bersama di Bali. Ingat sekali,untuk pertama kalinya, saya bisa muak dengan soal-soal pilihan ganda yang jumlahnya ribuan ini. Dan saya sangat ingat sekali saat kita bersama-sama menghitung mundur kapan hari itu akan tiba, berharap keajaiban akan terjadi, dan ujian itu tiba-tiba akan dihapuskan,minimal di undur setahun lagi.

Well, sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan itu biasanya akan terasa amat sakit pada prosesnya. Dan besarnya aksi akan sebanding dengan reaksi yang kita terima.
Dan saya masih bisa merasakan, kala itu kita berpelukan bersama, menangis terharu, karena perjuangan kita akhirnya tidak sia-sia.

Tulisan ini didedikasikan untuk orang-orang di belakang layar yang telah mendedikasikan waktunya untuk kami. Dan, ulat dalam kepompong ini sudah keluar menjadi kupu-kupu. Siap terbang mendedikasikan dirinya untuk hidup.

Nite all. =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar