Akhir-akhir ini saya sering galau..
Entah karena kata-kata itu sedang ngetrend sehingga saya tersugesti untuk galau atau memang hal itu sedang outbreak,mewabah, karena sebagian besar teman-teman saya pun merasakan hal yang sama...Dan saya merasa saya tertular.
Galau. Sulit mendefinisikannya.Galau di kamus saya berarti keadaan ga enak,dimana kamu tidak bisa mengungkapkan ketidakenakan (entah tak bisa mendifinisikan atau memang tidak ingin berbagi) itu kepada siapapun sehingga diplihlah suata kata 'galau' sebagai kambing hitam...
Satu hal yang pasti tentang galau hari ini, saya galau karena pilihan saya.
Saya galau karena saya takut tak bisa menjadi dewasa seperti yang diharapkan oleh suatu konsekuensi atas pilihan saya.
Ketika piiran jernih dan tenang itu dibutuhkan, lagi-lagi oleh keonsekuensi pilihan saya, saya takut tak bisa memberikan itu. Saya takut jikalau nantinya saya tidak bisa setenang yang diharapkan.
Konsekuensi itu mebutuhkan kedewasaan yang melebihi usia saya. Bahkan jauh melebihi apa yang bisa saya sanggup bayangkan dalam fantasi saya tentang pilihan saya itu...
Saya tidak ada ide untuk semua ini, Tuhan....
Entah saya harus memaksa suatu kedewasaan itu menancap, yang walaupun saya tahu tubuh saya beberapa hari ini sudah melakukan penolakan seberapa pun keras usaha saya melakukan rayuan...
Atau tetap menjadi apa yang diri saya inginkan, membiarkan mengalir seperti air, tanpa melawan arus, dan membiarkan lambat laun diri saya digerogoti oleh rasa bersalah karena telah salah membuat keputusan atas hidup saya...
Terpuruk..benar-benar terpuruk...
Semoga saya bisa bangkit, Tuhan...
dibuat bersama hujan..beberapa saat sebelum divaksin hepatitis..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar