Selasa, 11 Agustus 2015

Hello, universe!

Kemarin saya baru aja naik gunung. Naik Gn. Batur. Aktivitas yang uda lama ga saya lakukan. Terakhir naiknya Rinjani, itupun 2 tahun yang lalu. Uda lama ga naik ditambah ga pernah olahraga bikin saya hampir semaput di atas sana. Ditambah lagi naiknya subuh2 dengan cuaca yang dingin banget. Jujur deh, saya hampir aja nyerah. Maunya diem di pertengahan jalan sambil hipotermi, yang penting ga naik lagi. Bagi saya kemarin itu so damn hard lah. Medannya berat. Terjal, berbatu, berpasir, berdebu. Mau pake masker, nafas makin berat. Jadilah sy jalan sempoyongan sambil nahan napas biar ga kemasukan debu.
Pada satu titik saya rasa saya uda ga sanggup lagi. Kedinginan, perut mual nyaris muntah, kaki uda gemeteran, ga sanggup lagi menapak ke atas.
Cuma Tuhan pasti ngasi cobaan yang ga melebihi kemampuan umatnya. Di saat saya uda merasa down se down down nya, ada teman saya yang terus narik saya ke atas. Sayapun mulai setapak demi setapak pelan2 naik. Dingin, jelas. Kabut tambah tebal. Jalanan mulai dominan berpasir, hampir tak ada berbatu. Naik semakin sulit karena melangkah di jalur berpasir.
Finally...saya sampai puncak. Yang beberapa jam yang lalu saya pikir mustahil saya tapaki. Yang saat itu saya sudah pikir di luar kendali dan kemampuan saya. Terimakasih saya panjatkan kepada Tuhan. Sempat saya berpikir mungkin ini kali terakhir saya bisa mendaki, hanya saja Tuhan kasi saya kesempatan lagi. Trims untuk teman2 mendaki saya yang sudah memaklumi keringkihan tubuh saya ini. Hehe..maaf membuat kalian sedikit terhambat gara3 saya. Haha..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar