Hello January.
Beruntung di Januari ini dipertemukan dengan buku yang amat sangat bagus untuk mengawali awal tahun ini. Yaps, tetteteretet. Filosofi Teras.
Ini adalah buku yang mengajarkan tentang Stoicisme. Pada prinsipnya, hal-hal yang bisa saya rangkum dari 298 halamannya adalah sebagai berikut :
1. Fokuslah pada solusi, bukan memperbesar masalah, jadi jangan buang-buang energi pada hal-hal yang tidak berkontribusi terhadap solusi.
2. Hidup ini pasti dipenuhi dengan masalah. Fokuslah pada hal-hal yang bisa dikendalikan oleh diri kita, jangan terpusat pada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. Ini akan menyebabkan energi akan terbuang lebih sedikit karena kita akan lebih woles bila memang hal-hal yang terjadi sudah diluar kendali kita.
3. Jika kita sedang dilanda emosi negatif, pergunakanlah teknik STAR. Stop. Think. Asses. Respond. Pikirkanlah bahwa amarah adalah suatu kondisi gila sesaat. Kerusakan yang ditimbulkan oleh amarah seringkali lebih masif dibandingkan dengan masalah penyebabnya.
4. Cara merespon orang-orang yang menyebalkan dan/atau merendahkan kita adalah : pikirkan bahwa hanya orang-orang yang kurang kerjaan yang akan bisa melakukan hal - hal negatif. Maka sebaliknya, kita harusnya merasa kasihan kepada orang-orang yang dipenuhi pikiran, perkataan, dan perbuatan negatif tersebut, karena ya mereka kurang kerjaan, dan kasian aja gitu pikirannya dipenuhi dengan sampah. Hahaha
5. Baik atau buruk suatu masalah itu tergantung persepsi kita. Jadi, masalah itu sebenarnya sifatnya netral. Dia akan jadi baik kalau persepsi kita baik, dan jadi buruk bila persepsi kita buruk. Jadi gimana pinter-pinter kita menempatkan point of view kita terhadap masalah.
6. Jangan membuang energi untuk kekhawatiran yang tidak perlu. Khawatir atau cemas akan menghabiskan energi, waktu, uang, dan gangguan kesehatan. Orang jadi cemas atau khawatir bila tidak bisa mengendalikan hidup di situasi ketidakpastian. Jadi kembali ke prinsip no 2, fokuslah pada hal-hal yang bisa dikendalikan diri kita saja.
7. Yang terutama ingin dicapai oleh Stoisisme :
- Hidup bebas dari emosi negatif. Ketentraman bisa diperoleh dengan cara fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan saja
- Hidup mengasah kebajikan, terdiri dari kebijaksanaan (mengambil keputusan terbaik di situasi apapun), keadilan, keberanian dan menahan diri.
8. Stoa menekankan untuk hidup selaras dengan alam. Keluar dari keselarasan menjadi pangkal dari ketidakbahagiaan.
9 Kita tidak bisa memilih situasi hidup setiap saat, tetapi kita selalu bisa menentukan sikap kita atas situasi yang sedang dialami.
10. Belajar untuk tidak menginginkan hal-hal yang ada di luar kendali kita.
11. Untuk menghindari reaksi berlebihan terhadap sesuatu a.k.a lebay, ada beberapa alasan :
- Tidak ada yang baru di dunia ini
- Perspektif dari atas, bahwa drama yang kita jalani tidak ada istimewa - istimewa nya jika dibandingkan dari atas dengan hal-hal setipe
- Semua akan terlupakan seiring berjalannya waktu
12. Bisa dicoba premeditatio malorum --> imunisasi mental. Belajar mengira-ngira apa saja kemungkinan terburuk bila kita melakukan ABC, dengan demikian mental kita menjadi lebih siap bila hal tersebut terjadi
13. Tugas kita membangun orang lain, atau menoleransi mereka. Instruct or endure. Jika ga bisa dikasitau, yauda, endure.
14. Tiga hal yang bisa menghambat kita pulih dari musibah, yaitu anggapan:
- Personalization : musibah sebagai kesalahan pribadi
- Pervasiveness : musibah di 1 aspek hidup adalah musibah di semua aspek hidup
- Permanence : akibat dari sebuah musibah akan dirasakan terus menerus
Sekiaaaan..so ternyata amor fati artinya adalah cintai takdirmu.
Buku ini mendapat nilai 9/10 =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar